Bos Toyota Kurang Sreg Agya Cs Disebut Mobil Murah
Senin, 28/10/2013 10:26 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta - Mobil-mobil yang masuk
program Low Cost and Green Car (LCGC) sering disebut berbagai kalangan
sebagai mobil murah. Namun pabrikan sendiri merasa kurang pas dengan
sebutan itu.
"Aku enggak suka istilah murah. Aku sukanya affordable car. Yang terjangkau menurut aku itu," ujar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan di Jakarta.
Menurutnya, Toyota Agya dan teman-temannya bukan mobil yang selama ini disebut-sebut minim kualitas oleh sejumlah masyarakat.
Dan sebaliknya, program LCGC ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah beralih dari motor ke kendaraan roda empat.
"Kalau benar murah itu Rp 20-30 juta. Cheap quality (kualitas murah). Ini affordable car," tutur Johnny membayangkan Toyota Agya.
Toyota Agya lanjut Johnny sejak diluncurkan di Indonesia satu bulan lalu mendapat respons yang baik dari masyarakat Indonesia. Sampai dengan pertengahan Agustus 2013, penjualan Toyota Agya tembus 18 ribu unit.
"Itu kelihatannya responsnya cukup bagus. Itu responsnya bagus kenapa, karena kualitasnya juga bagus," imbuh Johnny.
Namun meski penjualan cukup lumayan dia meminta, mobil LCGC jangan disebut sebagai biang kemacetan di Jakarta. Biang kemacetan justru banyak faktor mulai dari keterbatasan dan buruknya kondisi jalan.
"Tapi kalau Anda lihat secara mendetail jangan selalu melihatnya mobil ini meningkat jadi bikin macet, belum tentu," pungkas Johnny.
"Aku enggak suka istilah murah. Aku sukanya affordable car. Yang terjangkau menurut aku itu," ujar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan di Jakarta.
Menurutnya, Toyota Agya dan teman-temannya bukan mobil yang selama ini disebut-sebut minim kualitas oleh sejumlah masyarakat.
Dan sebaliknya, program LCGC ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan menengah beralih dari motor ke kendaraan roda empat.
"Kalau benar murah itu Rp 20-30 juta. Cheap quality (kualitas murah). Ini affordable car," tutur Johnny membayangkan Toyota Agya.
Toyota Agya lanjut Johnny sejak diluncurkan di Indonesia satu bulan lalu mendapat respons yang baik dari masyarakat Indonesia. Sampai dengan pertengahan Agustus 2013, penjualan Toyota Agya tembus 18 ribu unit.
"Itu kelihatannya responsnya cukup bagus. Itu responsnya bagus kenapa, karena kualitasnya juga bagus," imbuh Johnny.
Namun meski penjualan cukup lumayan dia meminta, mobil LCGC jangan disebut sebagai biang kemacetan di Jakarta. Biang kemacetan justru banyak faktor mulai dari keterbatasan dan buruknya kondisi jalan.
"Tapi kalau Anda lihat secara mendetail jangan selalu melihatnya mobil ini meningkat jadi bikin macet, belum tentu," pungkas Johnny.
INFO PEMESANAN TOYOTA
ABZAD S, SE
0858 1436 9093
021 976 11 064

EmoticonEmoticon